Minggu, 28 September 2014



Arsitektur Basis Data
Menurut ANSI/SPARC(American National Standards Institute, Standards Planning And Requirements Committee), arsitektur basis data terdiri atas 3 level yaitu :

  1.      Internal/Physical Level : berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik.
  2.    External/View level : berhubungan dengan bagaimana data direpresentasikan dari setiap user.
  3.     Conceptual/Logical Level : yang menghubungkan antara internal & external level.

Pengertian Data Independence
Data Independence adalah kemampuan untuk melakukan modifikasi suatu definisi skema  pada suatu level tanpa memberikan efek  pada skema yang lebih tingg. Data independende disebut juga sebagai ketidaktergantungan data.
Pengertian DBMS
DBMS adalah perangkat lunak yang menangani semua pengaksesan database. Mempunyai fasilitas membaut, mengakses, memanipulasi dan memelihara basis data.
Konsep DBMS
·         DBMS terdiri dari sekelompok data yang saling berhubungan.
·         Tujuan utama DBMS adalah untuk menyediakan lingkungan yang nyaman & efisien untuk mengambil dan menyimpan informasi basis data.
·         DBMS juga harus menjamin keamanan dari informasi yang disimpan.
Komponen DBMS
Sebuah DBMS (Database Management System) umumnya memiliki sejumlah komponen fungsional (modul) seperti :



  1. File Manager, yang mengelola ruang dalam disk dan struktur data yang dipakai    untuk merepresentasikan informasi yang tersimpan dalam disk.
  2. Database Manager, yang menyediakan interface antara data low-level yang ada di basis data dengan program aplikasi dan query yang diberikan ke sistem.
  3. Query Processor, yang menterjemahkan perintah-perintah dalam query language ke perintah low-level yang dapat dimengerti oleh database manager.
  4. DML Precompiler, yang mengkonversi perintah DML yang ditambahkan dalam sebuah program aplikasi ke pemangin prosedur normal dalam bahasa induk.
  5. DDL Compiler, yang mengkonversi perintah-perintah DDL ke dalam sekumpulan tabel yang mengandung metadata. Tabel-tabel ini kemudian disimpan dalam kamus data.
 Fungsi DBMS
1.      Data Definition, DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data
2.      Data Manipulation, DBMS harus dapat menangani permintaan dari pemakai untuk     mengakses data
3.      Data Security & Integrity, DBMS harus dapat memeriksa security dan integrity data yang
didefinisikan oleh DBA
4.      Data Recovery & Concurency, DBMS harus dapat menangani kegagalan–kegagalan pengaksesan database yang dapat disebabkan oleh sesalahan sistem, kerusakan disk, dsb.
5.      Data Dictionary, DBMS harus menyediakan data dictionary.
6.      Performance, DBMS harus menangani unjuk kerja dari semua fungsi seefisien mungkin.
Bahasa Yang digunakan di dalam DBMS
DBMS (basis data) menggunakan bahasa basis data yang telah ditentukan oleh perusahaan DBMS. Bahasa basis data biasanya terdiri atas perintah-perintah yang di formulasikan sehingga perintah tersebut akan diproses olah DBMS. Perintah-perintah biasanya ditentukan oleh user. Ada 2 bahasa basis data:
  1. Data Definition Language (DDL)
2.      DDL digunakan untuk menggambarkan desain basis data secara keseluruhan. DDL digunakan untuk membuat tabel baru, menuat indeks, ataupun mengubah tabel. Hasil kompilasi DDL disimpan di kamus data.
3.      Data Manipulation Language (DML)
4.      DML digunakan untuk melakukan menipulasi dan pengambilan data pada suatu basis data seperti penambahan data baru ke dalam basis data, menghapus data dari suatu basis data dan pengubahan data di suatu basis data.
MODEL DATA
  1. MODEL DATA BERBASIS OBJEK (Object Based Logical Model)
2.      Model data berbasis objek menggunakan konsep entitas, atribut dan hubungan antar entitas. Terdiri dari :
  1. Entity Relationship Model : Model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek-objek (entity) dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antara objek-objek tersebut.
  2.  Binary Model
  3. Semantik Data Model : Hampir sama dengan Entity Relationship model dimana relasi antara objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata-kata (Semantic).
  4. Infological Model
  5. RECORD BASED DATA MODEL (Record-Based Logical Models)
Model ini berdasarkan pada record untuk menjelaskan kepada user tentang hubungan logic antar data dalam basis data.
Terdiri dari :
  1. Model Relational (Relational Model) : Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan oleh sejumlah table, dan masingmasing table terdiri dari beberapa kolom yang namanya unique. Model ini berdasarkan notasi teori himpunan (set theory), yaitu relation.
  2. Model Hirarkis (Hierarchical Model) : Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan link (pointer), dimana record-record tersebut disusun dalam bentuk tree (pohon), dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen.
1.      Model Jaringan (Network Model) : Mirip dengan hirarkical model, dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun recordrecord dalam bentuk graph.
DATA DICTIONARY
Data Dictionary(Kamus Data) adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Kamus data selain digunakan untuk dokumentasi dan mengurangi redudansi, juga dapat digunakan untuk:
1.      Memvalidasi diagram aliran data dalam hal kelengkapan dan keakuratan
2.      Menyediakan suatu titik awal untuk mengembangkan layar dan laporan-laporan
3.      Menentukan muatan data yang disimpan dalam file-file
4.      Mengembangkan logika untuk proses-proses diagram aliran data
Data Dictionary dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis sistem, Data Dictionary dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Pada tahap perancangan sistem, Data Dictionary digunakan untuk merancang input, merancang laporan-laporan dan database. Data Dictionary mendefinisikan elemen data dengan fungsi sebagai berikut:
- Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan data
- Mendeskripsikan komposisi paket data yang bergerak melalui aliran (misalnya alamat diuraikan menjadi kota, negara dan kode pos)
- Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data
- Menspesifikasikan nilai dan satuan yang relevan bagi penyimpanan dan aliran
- Mendeskripsikan hubungan detil antar penyimpanan (yang akan menjadi titik perhatian dalam entity relationship diagram)
ARSITEKTUR DBMS MULTIUSER
DBMS yang bersifat client/server, dimana sang client bisa mengakses kedalam datbase yang sudah diset oleh sang admin ke dalam server dengan privillage tertentu, disni faktor keamanan tetap diperhatikan demi menjaga kerasahasian data tersebut.
Arsitektur Client-Server
Saat ini arsitektur client-server yang banyak digunakan dalam industri disebut two-tier architecture. Pada arsitektur ini, server mengirim data dan client mengakses data. Server memainkan peranan yang dominan pada arsitektur ini. Keuntungan sistem ini adalah kesederhanaan dan kompatibilitas dengan sistem yang legal. Arsitektur client-server yang dikembangkan kemudian adalah three-tier architecture. Pada model ini, layer direpresentasikan sebagai host, server dan client. Server memainkan peranan sebagai penengah dengan mengirim aturan bisnis (prosedur atau constraint) yang digunakan untuk mengakses data dari host. Client berisi antar muka GUI dan beberapa aplikasi tambahan mengenai aturan bisnis. Kemudian server bertindak sebagai conduit of passing memproses data dari host ke client dimana kemudian diproses atau difilter dan dipresentasikan ke pemakai dalam format GUI. Antar muka pemakai, aturan dan pengaksesan data bertindak sebagai three tiers. Cient biasanya dihubungkan ke server melalui LAN dan server dihubungkan ke host melalui WAN. Client melakukan remote yang dihubungkan ke server melalui WAN juga. Sistem ini sangat cocok untuk perusahaan besar dimana basis data terpusat dapat disimpan dalam host dan biaya pembangunan LAN dan WAN dapat diatur dan dioptimasi menggunakan teknologi yang baru untuk setiap bagian yang berbeda dalam organisasi.

Selasa, 23 September 2014



PERANAN DATABASE
DALAM DUNIA PENDIDIKAN DAN NON PENDIDIKAN
BESERTA ASPEKNYA

Database merupakan salah satu komponen yang penting di sistem informasi, karena berfungsi sebagai basis penyedia informasi bagi para pemakainya. Penerapan database dalam sistem informasi disebut dengan database sistem. Sistem basis data
(database system) ini adalah suatu sistem informasi yang mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk beberapa aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi.
Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Database yang sudah masuk dalam suatu media penyimpanan tidak akan pernah bisa diakses tanpa adanya suatu perangkat lunak aplikasi yang familiar dengannya, misalkan saja perangkat lunak aplikasi yang berbasis database.

1. Peranan database dalam dunia pendidikan
Dalam dunia pendidikan peran basis data (database)  merupakan bagian yang sangat penting. Contoh penggunaannya dalam bidang pendidikan yaitu:
a.    Dalam Aspek Perpustakaan
Dalam mengelola perpustakaan perlu adanya sistem database, agar mempermudah mencari suatu dokumen, buku, referensi dan lain sebagainya, maka dengan mencari berdasarkan nama peneliti, misalnya buku karangan Tatang Sutarman maka secara otomatis kita akan menemukan lokasi buku yang kita cari.
b.        Dalam Aspek Administrasi
Dalam pengelolaan administrasi perlua adanya sistem database guna untuk mempermudah memasukan data. Misalnya, dalam pembayaran spp.
c.         Gambaran Database dan Penerapannya dalam pendidikan
Misalnya dalam dunia pendidikan atau lingkungan akademis pada umumnya, sering anda menjumpai pertanyaan-pertanyaan seperti berikut :
§ Berapa jumlah mahasiswa yang mengambil matakuliah Database Management?
§  Berapa mahasiswa yang aktif pada semester ini ?
§  Berapa jumlah mahasiswa yang berjenis kelamin laki-laki dan yang berjenis kelamin perempuan ?
§ Berapa jumlah mahasiswa yang telah bekerja dan tidak ?
§  Tolong cetakkan Kartu Hasil Studi mahasiswa dengan nama Dian !
§   Dan banyak pertanyaan-pertanyaan yang lain.
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas dapat dilakukan dengan cepat dan mudah, bila dalam pengelolaan sistem informasi akademik telah menggunakan sistem database. Tapi akan sangat membosankan dan memakan waktu yang lama jika masih dikelola secara manual. Ini merupakan contoh kecil yang dihadapi dalam dunia akademis, tentu hal ini juga akan dihadapi dalam bidang kerja yang lain dengan format dan model yang lain pula. Kecepatan mulai dianggap sangat penting, maka suatu bentuk pengelolaan database pendidikan tersendiri perlu disusun disetiap organisasi. Dengan tersedianya database tersebut seseorang dapat dengan mudah mencari topik-topik mengenai pendidikan dan lainnya tergantung kepada kelengkapan database tersebut. Tersusunnya basis data ini menjadi prasyarat bagi pengembangan sistem informasi manajemen. Basis data yang telah disusun dengan sistematika tertentu akan berguna jika seseorang ingin mencari informasi/keterangan yang terkandung dalam data tertentu.


2.  Peranan database dalam bidang kesehatan
Dalam bidang kesehatan ada banyak manfaat dari penggunaan database, diantaranya:
a.         Membantu dalam pengolahan data pasien, seperti nama, alamat, no kamar pasien.
b.         Membantu dalam pengolahan data administrasi pasien, seperti kelengkapan biaya berobat dari pasien, apakah sudah lunas atau belum. Dll.
Database merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan informasi bagi para pemakai. Databse terdiri dari data yang akan digunakan atau diperuntukkan terhadap banyak user, dari masing-masing user akan menggunakan data tersebut sesuai dengan tugas dan fungsinya.

3.  Peranan database dalam bidang bisnis dan industri
Database merupakan kumpulan informasi. Buku telepon, kartu gudang, dan
kartu katalog perpustakaan adalah salah satu contoh database. Dengan database terkomputerisasi, kita dapat menyimpan tiga atau lebih informasi. Sebagai contoh, jika kita menyimpan satu daftar pelanggan bisnis kita dalam database, maka kita dapat:
a.  Mencetak daftar semua pelanggan yang tidak membeli apa pun selama 60 hari yang lalu, beserta nomor teleponnya sehingga kita dapat meneleponnya satu per satu.
b.  Mengurutkan pelanggan lewat kode pos dan mencetak label surat dalam urutan tersebut.
c.   Membuat satu form entry pesanan pada layar yang bahkan teknisi kita yang keahliannya paling rendah sekalipun dapat menggunakannya dengan baik.

4.   Peranan database dalam bidang militer
Penggunaan database dalam bidang militer yaitu dalam:
·          Penentuan lokasi pendaratan,
·          Informasi tentang lokasi obyek vital,
·          Dislokasi satuan tni, dan lain sebagainya.

5.    Peranan database dalam bidang pertanian
Dalam bidang pertanian, database membantu untuk mendata hasil panen, dan mendata banyak pekerja ladang di pertanian.

6.    Peranan database dalam bidang psikologi:
Pembuatan database dalam dunia psikologi sangat memudahkan user untuk pencarian data yang dibutuhkan, seperti seorang HRD yang ditugaskan memberikan penilaian kepada salah satu karyawan maka ia harus melihat data-data terdahulu yang disimpan pada database "data karyawan", yang mungkin saja berisi nama, alamat, nomor pegawai, hasil tes psikologi terdahulu, dan sebagainya. Dengan adanya database tersebut, user hanya membutuhkan satu primary key untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, sehingga tidak terjadi data ganda.